
Reni adalah seorang gadis dengan postur tubuh tidak pendek dan tidak tinggi, rupa yang sederhana namun anggun. Dia adalah seorang gadis yang ceria, senang bergaul dan supel. Sejak kecil dia terkenal sebagai seoarang anak yang cerdas. Dia selalu jadi juara di kelasnya, sehingga teman reni banyak.
Genap 20 tahun usia reni sekarang. Reni yang semula cuek dengan urusan cinta, sekarang mulai tumbuh benih-benih cinta dihatinya. Handi seorang laki-laki yang sangat berwibawa dan tampan rupanya telah mencuri hati reni. Reni berkenalan dengan handi lewat dunia maya. Sifat reni yang sangat menjunjung harga diri berlagak cuek ketika diajak berkenalan handi. Handipun tak kehilangan akal, dia terus merayu reni sehingga reni jatuh kepelukanya.
Setelah lama berbincang lewat dunia maya, akhirnya mereka bersepakat untuk ketemuan. Jalinan asmara diantara dua insanpun terjadi. Walau jarak telah memisahkan dua insan yang sedang dimabuk asmara, namun komunikasi mereka tidak pernah terputus.
Pada suatu malam reni merasakan sakit kepala yang teramat berat. Reni yang tak kuasa menahan sakit akhirnya tertidur dengan pulas. Paginya reni terbangun, dia penasaran dengan sakitnya yang diderita semalam, akhirnya reni pergi kedokter. Betapa shock reni saat itu ketika mendengar dokter memfonis dia dengan penyakit kanker otak. Hari-hari reni yang semula ceria berubah menjadi suram. Mau berontak.....pada siapa harus marah. Renipun pasrahkan hidup dan matinya kepada tuhan.
Jalinan asmara antara reni dan handi semakin erat, genap 1 tahun hubungan mereka berjalan, akhirnya mereka memutuskan untuk meresmikan hubungan kejenjang pernikahan. Handi tak tau dengan penyakit yang diderita reni, renipun tak mau bercerita kepada siapapun tentang sakitnya. Reni selalu menyembunyikan penyakitnya dengan senyuman. Dia tampak terlihat sehat dari luar dengan penyakit ganas yang menggerogoti tubuhnya. Reni sengaja tak memberitahukan kepada siapapun, karna dia tak mau menyakiti orang lain, cukup dia yang merasakan.
Pada suatu hari reni bertemu dengan teman handi yang bernama adnan. Akhirnya merekapun berbincang, betapa shock hati reni ketika mendengar cerita dari adnan ternyata handi sudah berkeluarga. Handi sudah mempunyai istri dan seorang anak. Reni yang semula tak percaya, akhirnya mengirim surat kepada handi. sungguh kaget hati reni ketika mendapat pengakuan dari handi yang ternyata sudah berkeluarga.
Sejak saat itu pudar sudah kepercayaan reni kepada laki-laki apalagi yang kenalanya lewat dunia maya. Renipun jalani kehidupanya seorang diri dengan penyakit yang dideritanya. Reni pasrah akan penyakitnya dan jalani aktivitas seperti biasa. Saat ini reni hanya menunggu maut, hanya keajaiban tuhan yang dapat mengubah segalanya.

wahh sedih bgt bya reni!!
BalasHapusWah mbak reni yang tabah aj y.....jadi terharu aq bca cerpen pean
BalasHapuswah sastrawati juga nih, salam kenal
BalasHapuslaris.. lariiiss.... wakakakaka...
BalasHapuswah wah ahsan ahsan....salut bngt ma kolm pean.......terusin de' Cun........kejar sprt ''gus MUs......''
BalasHapusMy wish is our islam will be the best releigion in our life and world whenever and wherever. thanks and please suggest me how to increase my ability in making and modify this blogger better. thanks and thanks.peace.wassalam
BalasHapus