Jumat, 24 Oktober 2008

Untukmu Kekasih...

Akhiku....
Masihkah menungguku…?

ehmm… menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?
Menunggu…
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang istimewa....
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa...
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu...
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat ...

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya...
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu...
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
ooikks, bukan berarti melamun alias ngayal dengan pikiran kosong...
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari dunia lain masuk ke jiwa...

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif...
Mumpung waktu kita masih banyak luang...
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga...
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak...
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak...

akhiku…
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah...
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti...
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu...
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu...
Aku akan disisimu, tapi mungkin tidak sekarang...
Karena jalan ini masih panjang...
Banyak hal yang menghadang...
Hatiku pun melagu dalam nada angan...
Seolah sedetik tiada tersisakan...
Resah hati tak mampu kuhindarkan...
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan...
Karang asaku tiadakan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan...
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan...
Keputusan besar untuk berada disisimu...

akhiku...

hapus keraguan di dalam hatimu...
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta...
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir...
Yakinlah…saat itu pasti akan tiba...
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu...
Karena aura keimananlah yang utama...
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga...
merasuk dan menembus relung jiwa...

Wahai pangeran duniaku...

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil...
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup...
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu...
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu...
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya...
Jika memang kau tak sempat bertemu denganku...
sungguh…itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci...


akhiku...
Skenario Allah adalah skenario terbaik...
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita...
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang...
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya...
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita...

akhiku…
Ku tahu kau merinduku, bersabarlah saat indah akan datang juga...
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan...
Apa kabarnya kau disana?
Lelahkah kau menungguku ?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana…


akhiku....
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir...
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera...
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang...
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong...
Jika di sana ada bintang yang menghilang...
mataku berpendar mencari bintang yang datang...
Kalau memang kau memilihku, tunggu saat indah itu...

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat...
Dan mendoakanmu agar kau selalu sehat, bahagi...
dan mendapat yang terbaik dari-Nya...
Aku tak pernah berharap, kau akan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini...
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup...
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini...
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau tuk dikagumi
Akulah orang yang akan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

akhiku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu...
hanya bisa merindukanmu...
Dan tetaplah berharap, terus berharap...
Berharap aku akan segera disisimu...
Jangan pernah berhenti berharap...
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup...

Bila kau jadi suamiku kelak...
jangan pernah berhenti memilikiku...
dan mencintaiku hingga ujung waktu...
Tunjukkan padaku kau akan selalu mencintaiku...
Hanya engkau yang aku harap...
Telah lama kuharap hadirmu di sini...
Meski sulit, harus kudapatkan...
Jika tidak kudapat di dunia…
kan ku kejar engkau di pintu syurga...

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini...
untuk dirimu yang selalu bijaksana...
Aku goreskan syair sederhana ini...
untuk dirimu yang selalu mempesona...
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya...
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu...

Kau terindah di antara kumbang-kumbang yang pernah kulihat...
Begitu indah kau tercipta bagi kaum hawa...
Begitu gagah kau terlahir sebagai kaum adam...
Kau terindah yang pernah kukagumi...

Ya Allah…
ringankanlah kerinduan yang mendera...
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu...
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku...

Ya Allah…
ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini...
ringankan langkah kami...
beri kami kekuatan dan kemampuan...
tuk mengikuti sunnah RasulMu...
jangan biarkan hati kami...
terus berkelana tak berpenghujung...
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan...
yang telah Engkau berikan...




2 komentar:

  1. Untuk Merpati Putih
    Hari ini kubaca jeritan hatimu ...
    Jeritan kerinduan yang begitu mengharukan ...
    Aku terpesona akan keindahan ungkapan kata ...
    Yang mewakili gelegak suara hatimu
    Merpati Putih ...
    Takdir sedang berjalan ... seiring berlalunya waktu ...
    hari demi hari terus berganti ...
    Kini kepak sayapmu semakin kuat ...
    terbang jauh tinggi ke angkasa ...
    menerobos gelapnya awan ...
    Ketika kau lihat kebawah ... nampak gedung-gedung yang begitu kecil ..
    Terbanglah terus merpati ...
    jangan pernah berfikir turun kembali ...
    ingat bahagiamu menunggu disana ...
    di eloknya langit yang biru ...
    Merpati Putih ...
    Biarlah yang lalu berlalu ...
    Jangan jadikan beban dihatimu ...
    Tuhan telah tentukan takdirNya ...
    masa kini adalah yang terbaik ...
    tuk merengkuh cita dan cintamu ...
    Merpati Putih ...
    Suatu ketika .... saat kalian terbang berdua ...
    Pasti akan ada gelombang menerpa ...
    Angin dan hujan deras menjadi hambatan ...
    Saat itu merpati, tetaplah berpegang teguh padaNya. Jangan terlepas sedikitpun ...
    Sekali kamu lalai ....
    Gerimis akan menjadi badai ...
    yang menghancurkan ...
    yang meluluhlantakkan ...
    Merpati ...
    Aku yaqin ... dihati kalian ada taqwa pada Nya ...
    pelihara itu ... pertahankan ... tingkatkan ...
    karena hanya dengan bekal itulah ..
    dirimu akan tetap kokoh ...
    tak goyah diterpa gelombang ...
    Merpati Putih ...
    Tetaplah menjadi merpati ... yang selalu rendah hati ... dan selalu tersenyum untuk orang lain.
    Jangan pernah berubah menjadi burung Elang ... yang terlihat begitu perkasa ... namun tak punya belas kasihan.
    Merpati ...
    Selamat bahagia adikku ... semoga Gusti Alloh menakdirkan dari kalian berdua akan lahir para mujahid, yang ikhlas berjuang untuk agama Alloh .... yang akan menjadi rembulan untuk menerangi masyarakat sekitarnya.
    Selamat bahagia adik ...
    Salam,
    dari :
    Al Fakir ... di Surabaya
    bagusthien_03@yahoo.com

    BalasHapus
  2. Ukhti ...
    ijinkan aku memanggilmu demikian ..
    walau aku bukan siapa-siapamu ...
    walau kita belum pernah bertemu ..
    Ukhti ...
    beribu rasa bergolak di dada ...
    ada haru, bahagia dan sedih sekaligus ...
    ketika kubaca kata demi kata tulisanmu ...
    ketika kutangkap makna terdalam dari jeritan hatimu ...
    aku tahu ...
    terasa lancang aku mengomentari semua itu ...
    namun ...
    ijinkan aku tetap menulis di blogmu ini ...
    karena disini bisa kuekspresikan suara hatiku ...
    Ukhti ...
    itu panggilan untuk saudara perempuanku ...
    saudara yang sudah lama tak bertemu ...
    saudara yang mampu memberi motivasi ...
    untuk selalu berbuat terbaik ..
    untuk menjadi orang yang bermanfaat ...
    walau hanya lewat tulisan sederhanamu ...
    Ukhti ...
    Aku pernah berkata ... kamu anak desa kok pintar ya ...
    kamu hanya berkomentar ... wong ndeso tapi rejekine kutho ..
    Ukhti ...
    mungkin Tuhan telah menakdirkanmu menjadi seorang penulis ...
    walau masih sederhana ... tulisanmu terasa bermanfaat ...
    karena itu jangan pernah berhenti menulis ...
    jangan berangus bakat terpendam yang dititipkan padamu ...
    jadikan potensi yang kamu miliki ... sebagai jalan mengingatkan semua orang ...
    orang yang mau membaca tulisanmu ...
    Ukhti ...
    selamat berkarya ...
    selamat menulis yang banyak lagi ...
    selamat berjuang menjadi orang yang bermanfaat ..
    salam,
    bagusthien

    BalasHapus