Minggu, 12 Oktober 2008

Cara Membahagiakan Suami

Begitu berbunga-bunga hati seorang lelaki tatkala melangsungkan pernikahan dengan wanita pilihannya. Namun, seiring berlalunya waktu, bunga-bunga hati itu perlahan layu. Rasa bosan, jenuh, dan malas mulai mengusiknya. Sering terjadi, penyebab utamanya adalah sang istri yang kurang pandai memainkan perannya sebagai istri salehah; yang me-nyenangkan ketika dipandang, taat ketika dipe-rintah, dan mampu memberi kesejukan kala suami dirundung gelisah. Lebih dari itu, seorang istri yang mampu menjadi pendamping setia, menyertai suami dalam suka dan duka.

Sungguh indah syair diatas, tapi akan lebih indah jika kita laksanakan dalam kehidupan kita.

Betapa bahagianya hati seorang suami jika peroleh seorang istri yang sholeha, yang senantiasa tersenyum dan taat kepadanya. Apapun kondisi sang suami istri harus siap mendampinginya. Jangan saat suami suka aja kita berada disisinya, tapi saat dukanya kita malah kabur...waduhhh...!!! kayak kata-kata ini ada uang abang kusayang tak ada uang abang kutendang...hahahahaha.....payah dach. Bagaiman suami bisa sepenuhnya sayang sama kita jika kita seperti itu. Wahai insan wanita...perbaiki dirimu sebelum semuanya terlambat. Kita harus terlihat cantik di depan suami, senantiasa ceria dan taburkan senyuman mesrah kepadanya agar suami kita tidak menyeleweng.

Di zaman sekarang ini banyak suami menyeleweng. Salah siapakah ini...? apakah karna istri yang kurang pandai memahami suami...? ataukah sang suami yang kurang menerima keadaan istri...? coba kita renungkan...!!!

seorang sahabat ada yang tanya sama aku...gini katanya mbak cun...gimana sich caranya membahagiakan suami...? aku yang belum pernah menikah ya tak jawab apa adanya yang ada dalam pikiranku. Kita sebagai seorang wanita harus bisa segalanya, selalu cantik di depan suami, selalu tersenyum dan menaati suami, senantiasa mendampingi suami bagaimanapun kondisi suami..

lalu ditanya lagi...bisa segalanya tuh maksudnya apa mbak cun...?, lalu tak jawab lagi...harus bisa masak, ngurus anak,ngurus rumah, berhias dan ngurus suami. Lalu di tanya lagi...ngurus suami yang gimana mbak cun...?, lha pertanyaan yang satu ini aku gak bisa jawab, soalnya aku belum bersuami...hehehehe..., tapi aku tak kehilangan akal tak jawab gini...untuk urusan ini silakan konsultasi sama suami masing-masing...!!! akhirnya dia terdiam, berpikir kali yach.

3 komentar:

  1. artikelnya bagus2 tuh buat yang akan berkeluarga. perlu dibaca. mbak cun bisa aja....

    BalasHapus
  2. Salam kenal dariq,
    kubaca karanganmu kutemukan kemampuanmu
    kutemukan kemampuamu ku kagum pada mu tingkatkan prestasimu

    BalasHapus