Senin, 27 Oktober 2008

belajar dari alam

Pisang.... kalau dengar kata pisang kita teringat pada buah yang murah meriah, enak, dan mudah ditemukan di pekarangan. Tapi sedikit dari kita yang memahami pesan tersembunyi dari pohon pisang. Kebanyakan dari kita hanya tahu pisang ya buah... yang pohonnya harus ditebang, batangnya dibuang, buahnya dimakan, kulitnya jadi sampah, dimakan selesai.. !

Tidak saudaraku !
Pisang diciptakan oleh Allah bukan hanya menjadi buah yang dinikmati, tapi ada rahasia besar yang akan membuat kita berkata Subhanallah - Maha Suci Allah !.

Pernahkah kita sekedar melongok ke kebun atau pekarangan rumah ? kalau belum ! cobalah sesekali, tapi bawalah sebilah golok yang tajam menemani anda, jika ada pohon pisang yang belum berbuah, tebaslah batangnya, dan tinggalkanlah !

Saudaraku.. ! janganlah berpikir pisang setelah ditebas dia akan mati layu dan tersungkur. TIDAK !!! ...... cobalah datang lagi beberapa hari lagi.
Kita akan terkejut, karena dari bekas tebasan golok kita, telah muncul bagian batang muda yang akan terus tumbuh dan tumbuh menggantikan batang pendahulunya. Kita belum puas.. ! tebas lagi... belum puas ! tebas lagi... terus seperti itu. Pisang akan menjawabnya dengan munculnya tubuhnya yang baru, yang lebih segar, dan selalu mengarah ke depan. Pisang akan terus menjawab tebasan golok kita, sampai kita bosan dan membiarkannya seperti sedia kala apa adanya.

Saudaraku... ! datanglah beberapa minggu kemudian. Kita akan terkejut karena pisang kita telah berbuah dengan sempurna. Kitapun berhasrat menikmati buahnya yang ranum. kali inipun tebaslah pohon pisang itu dan lihatlah beberapa hari kemudian. kita tidak akan melihat lagi tubuh baru dan daun baru, tapi yang tersisa adalah batang pisang yang membusuk.
Kenapa ?

Karena pisang sudah ikhlas dan menerima kematiannya setelah menghantarkan makna dan tujuan penciptaannya yaitu mempersembahkan buah pisang pada manusia.
Saudaraku ! apa rahasia dari semua ini. ! rahasianya adalah pisang mengajarkan kepada kita - yang katanya menjadi khalifah di muka bumi, agar dalam hidup dan menjalani hidup, kita tidak boleh berputus asa dan mudah menyerah apalagi untuk tujuan yang mulia. selagi tujuan baik kita belum tercapai, terus.... dan teruslah bekerja dan berusaha. sampai tercapai keinginan kita. dan jika semua itu telah tercapai kita pun akan ikhlas kembali kepada Allah. karena kita telah berbuat yang terbaik.

Saudaraku ..... belajarlah dari alam ! karena alam adalah salah satu ayat kauniyah Allah yang menyimpan pelajaran besar bagi kita. hingga kita sebagai manusia semakin bijak dan arif dalam kehidupan kita.

Ayo.... semangat Saudaraku !

2 komentar:

  1. Karena pisang sudah ikhlas dan menerima kematiannya setelah menghantarkan makna dan tujuan penciptaannya yaitu mempersembahkan buah pisang pada manusia.
    Rangkaian kata yang indah ...
    membuat aku tercenung ...
    aku ...
    sudahkah aku bisa berbuat seperti itu ...
    menjadi orang yang bermanfaat utk orang lain ...
    kusadari ...
    setelah sekian tahun aku hidup di dunia ini ...
    terasa apa yang kulakukan masih sia-sia ...
    aku hanya bercanda saja di kehidupan ini ...
    dengan teman sekantor ... tak ada hal lebih yang bisa kulakukan ...
    aku datang ... bekerja ... lalu pulang ...
    bahkan sering kusakiti hati mereka ... lewat bentakan atau cacian ... yang terlontar begitu mudah dari mulutku ini.
    dengan tetangga ... aku tak begitu akrab ... pulang kerja langsung masuk rumah ... tak ada waktu untuk sekedar bercengkerama.
    Semua selalu rutin ... hari demi hari berlalu begitu saja.
    dengan anak istriku .... aku kadang menjengkelkan mereka ... karena watak isengku ... yang masih sulit kuhilangkan ... sering membuat hati mereka sedih.
    dengan ibuku ... satu-satunya orang tua yang masih ada ... belum ada satupun yang bisa kulakukan untuk membalas jasa beliau, beliau yang telah begitu menderita membesarkan dan membimbingku ...
    dengan sodaraku yang lain, aku jarang bertemu .... bertemu hanya berapa kali dalaam setahun ... ah semua seperti berlalu tanpa arti.
    Wahai ... akankah hidupku bakal merugi ...
    terperosok dalam kehinaan ... tanpa mampu berbuat apa.
    Pisang .... kau ilhamkan aku untuk berbuat beda : "manfaatkan waktu tersisa, untuk semaksimal mungkin mengabdi pada Nya".
    salam,
    bagusthien

    BalasHapus
  2. belajar dari alam ....
    karena alam dan seisinya selalu bertasbih padaNya ...
    tidak ada kata tidak ...
    tidak ada kata menolak ...
    alam selalu tunduk padaNya ...
    beda dengan kita ...
    manusia yang diciptakan Tuhan lengkap dengan akal dan budi ...
    masih sering berbuat ingkar ...
    katanya iman pada Alloh ...
    mengapa masih suka maksiat ...
    katanya iman pada malaikat ...
    yang selalu mencatat setiap amal baik dan buruk ...
    mengapa berani berkata dusta ...
    Tuhan menciptakan manusia dengan sebaik-baik kejadian ...
    namun karena perbuatannya manusia akan terjerumus dalam kehinaan sehingga lebih hina dari binatang ..
    lihat tumbuhan yang bergoyang indah ....
    disana ada tanda-tanda kekuasaan Alloh ...
    betapa beruntung diri kita ...
    bila mampu membaca itu semua ...
    melihat alam semesta yang amat luas ini ...
    melihat tumbuh-tumbuhan, gunung, burung-burung yang terbang di angkasa ...
    lalu dada kita tergetar ...
    lalu air mata kita menetes tak terasa ...
    lalu bibir kita bergumam : "Subhanalloh ... Maha suci Engkau Ya Alloh" ...
    Ya Alloh ...
    bukalah mata hatiku ...
    agar aku melihat tanda-tanda kekuasaanMu ...
    dalam penciptaan alam semesta ini ..
    Gerakkan hati hamba yang hina Ya Robb ...
    Untuk selalu berdzikir pada Mu ...
    Untuk selalu mengagungkan Mu ...
    Jangan biarkan hamba terlena ...
    dalam gerlapnya dunia ...
    kerakusan memburu harta ...
    memperturutkan hawa nafsu ...
    menganggap kehidupan di dunia adalah segalanya ...
    Sadarkan hamba Ya Alloh ...
    Untuk bisa manfaatkan waktu tersisa ...
    waktu yang masih Kau berikan kepada kami ...
    Untuk selalu mengabdi pada Mu ...
    Karena tak seorangpun Ya Robb ...
    yang mengetahui ... apakah esok hari masih bisa melihat matahari ...
    Dalam kitab Mu yang mulia Engkau berfirman : "Wafii angfusikum afalaa tubsiruun" ..
    "Dan pada dirimu apakah tidak kamu perhatikan ?"
    benar Ya Robb ...
    pada diri kami .. begitu banyak tanda-tanda kebesaranMu ...
    Namun kami sering lupa ..... kami sering terbawa hawa nafsu ... sehingga kami sering melupakan Mu ..
    Ya Alloh jangan hinakan kami ...
    dengan begitu mudah berbuat dosa ..
    bahkan merasa bangga dengan kemaksiatan ...
    Ya Alloh ampuni dosa kami ...
    ma'afkan segala kesalahan kami ...
    terima amal kebajikan kami.
    Amin.
    bagusthien

    BalasHapus