Selasa, 12 Mei 2009
Aku dan nyanyian qalbu
insan yang berlumur dosa...
inginku.....
bahagiakan semua....
jika hatiku sepi...
ku nyanyikan lantunanMU...
Jika hatiku gundah....
Kulantunkan asmaMu...
NamaMu selalu ada di hatiku...
Dan tak akan pernah tergantikan oleh apapun...
Ku korbankan jiwa ragaku...
Hanya tuk agungkan namaMu....
Terimalah sujud dariku....
Sujud yang tak akan pernah terhenti...
Hingga sampai Kau hentikan...
Ketika raga berpisah dengan nyawa...
Jumat, 08 Mei 2009
Ummi....
Walau ragamu tak dapat ku rengkuh...
Tetapi jiwamu akan selalu hidup didalam diriku....
Semoga aku bisa menjalankan amanahmu...
Tuk jadi wanita yang sholeha....
Ummi....
Disini aku kesepian tanpamu....
Aku merindukan hangatnya pelukanmu...
Yang tak pernah kurasakan....
Ummi....
Begitu berat beban hidupku tanpamu....
Berbagai cobaan seakan bertubi-tubi menimpaku...
Ingin ku bersandar di pundakmu....
Tidur di pangkuanmu....
Sambil mencurahkan isi hatiku....
Ummi....
Aku merindukanmu....
Aku membutuhkanmu....
Semoga aq bisa menjadi yang kau harapkan..........
Sabtu, 11 April 2009
KOSONG
Kosong....
Hanya kosong yang dapat di rasakan...
Taman tlah tak bersahabat...
Sang kupu tlah pergi menjauh....
Sang bunga telah layu.....
Mentari pagi tak lagi bersinar...
Gemerlip bintang tak lagi menemani....
kunang-kunang mati di telan malam....
Bulan menangis...
Meratapi nasib...
Kemalangan tlah menghantui...
Langit marah menghantam semua...
Sang petir menari-nari...
Di hamparan luas...
tertawa terbahak-bahak...
karena semuanya tlah mati....
Sabtu, 08 November 2008
Teman Curhat Sejatiku(ilahi robbi)
malam ini kurendahkan diriku
Kubersimpuh padaMU
Dalam sujud malamku
Ya Rob...
Butiran air mata basahi pipi
Mengungkap tabir dalam hati
Yang semakin bergemuruh
Ya Rob...
Jeritan hati meronta-ronta
Menahan gelisah yang menggunung
Dan tak tau sampai kapan akan berakhir
Ya Rob...
Sudah lelah jiwa ini berkelana
Menerjang gelombang yang bertubi-tubi
Mencari dimana tempat berlabuh
Ya Rob...
Sebelum hamba menutup mata
MenghadapMu tuk selamanya
Meninggalkan dunia fana
Ya Rob...
Sebelum hamba menuju tujuan yang abadi
Izinkanlah hamba
menjadi istri yang sholeha
Mendampingi seseorang yang sanggup
mengimami hamba dunia akhirat
sanggup menerima hamba apa adanya
dengan segala kekurangan hamba
Senin, 20 Oktober 2008
Semuanya Tinggal Sejarah
Puas aku pikirkan...
Masih dalam Samaran...
Apakah semuanya...
Tanpa penjelasan...
Telah aku korbankan...
Cuma hanya untukmu seorang...
Kesetianku tiada kau hargai...
Sedihnya...
Kini tiba masanya sayang...
Aku akan mengatur langkah...
Biarlah semuanya kita tinggalkan...
Hanyalah buat sejarah...
Masih teringat dan terkenang...
Percintaan yang penuh makna...
Terlalu dalam aku memendam rasa...
Selamat tinggal kasih...
Selamat tinggal sayang...
Tak ingin sejarah cinta terulang...
Luka masih terasa duhai sayang...
Selasa, 14 Oktober 2008
puisi ala suroboyoan
* Sing Gak Iso Dilalekno
karo kasih tak taburno roso...
karo ati tak cubo ngungkal seneng...
sedino mbe'e aku ngenal koen...
seminggu mbe'e aku nyenengi koen...
lagek taon-taonan aku iso nglalekno koen...
Raimu marai aku seneng...
Tapi watekmu marai aku pengen muntah...
Tugelan pangarep senengku karo koen...
konco seje kuto sing tak senengi...
Aku ero pancen teko ati...
Aku ero jelas ireng nang nduwure puteh...
Tapi iku sing kelakon...
Aku ero aku gendeng...
Aku ero aku goblok...
Aku pancen gocik...
sak iki aku kudu siap perang...
merjuangno supoyo aku iso nglalekno koen...
Kabeh sing kelakon karo sing kroso...
* Ngarepno Koen Mbalik
Konco....
Lapo koen ninggalno aku...
lapo koen ngadohi aku...
padahal aku pengen karo koen terus...
masio ndunyo iki rame banget...
Aku ngroso sepi lan...
Pingin ketemu koen...
Masio urip iki abot tak lakoni...
Aku nang kene eleng koen...
Nangis gak duwe elo moto...
Koyok lintang sing Melik-melik...
Aku ngarepno koen koyok disek...
Waktu koen karo aku...
Lungguh nglamun karo ngguyu kepingkel-pingkel...
Umpomo aku iso mbaleni...
mbe'e iso nguripno maneh gairah uripku...
Ngarepno perasaan iki koen ero...
aku gak iso adoh teko koen...
Kamis, 18 September 2008
Goresan Hati
goresan kata mengukir sketsa dihati...
jendela hati perlahan mengatup hembusan nafas...
mengganti derapan hening...
hening dan tanya pun hadir...
hati yang meronta...
mengalirkan beribu tanya...
tanya sesuatu yang terkuak dalam hati...
tentang cinta dan pengorbanan....
cinta akan mengalahkan segalanya...
cinta akan menerjang jalan...
jalan yang penuh terjalan...
jalan yang akan menghalangi cinta...
dua raga akan menyatu dalam satu hati...
hati yang tulus dan murni...
yang senantiasa akan mengalunkan kata cinta...
cinta suci insan mulia...
mentari
betapa manis betapa membara apinya.......
mengusap seluruh sendi sendi kehidupan ku.....tiada batas waktu terus menembus gelapnya awan....meski tiap saat sinarnya tertutup...tapi tak kan patah semangat .....
sinarnya menerobos sela2 jantungku.........semoga engkau jadi sinar penuntunku......
Kamis, 07 Agustus 2008
JERITAN SEORANG ANAK
Oh Mama...Oh Papa...
kemanakah kalian seharian ini ?
sudah kucari kemana-mana tiada kujumpa...
sampai lelah aku mengitari rumah kita yang megah dan luas ini
Boneka-boneka itu sudah tak menarik bagiku...
mobil-mobilan itu sudah tak menakjubkanku...
komputer dan video game pun sudah membosankan aku...
hanya satu yang kumau saat ini...kuingin pelukan kasih sayangmu
Oh Mama...Oh Papa...
kenapa kalian meninggalkanku sendirian...
hanya dengan pembantu-pembantu yang sibuk dengan urusannya...
kenapa kalian tiada pernah mengerti kebutuhan jiwa ananda ?
Nanda tak ingin mainan yang berlimpah...
Nanda tak ingin gelimang materi yang membosankan itu...
Dengarlah rintihan anakmu Oh Mama...Oh Papa...
dengarlah jeritan rinduku akan kasih sayang dan perhatianmu
Luangkanlah waktumu...
walau hanya sekejap nanda akan bahagia...
Luangkanlah waktu di tengah kesibukan tugas buat anakmu...
dengarkanlah segala rintihan dan pengaduanku...
kemana lagi aku harus mengadu kalau bukan kepada kalian ?
apa kepada boneka-boneka yang hanya diam membisu ?
atau kepada kemewahan yang berlimpah di sekitar ?
aku merasa kesepian di tengah ramainya pembantu di rumah...
aku merasa miskin papa di tengah tumpukan kemewahan darimu...
tolonglah...tolonglah anakmu ini oh Mama...oh Papa...
Rabu, 06 Agustus 2008
SIAPALAH DIRI INI

Aku yang lemah
Aku yang tak berdaya
Meminta padaMU
Tuntunlah langkah kakiku
Begitu sombong diri ini
Berjalan sembari busungkan dada
Berjalan tanpa tengok
Ada apakah dikanan kiri gerangan
Tangisan sang anak meronta-ronta
Jeritan sipapah menahan kerasnya dunia
Sinenek meminta belas kasihan
Kumpulan anak-anak buangan
Mengais sisa-sisa kehidupan
Dimanakah hati kita
Sudah tertutupkah batin kita
Tidak sadarkah kita
Bahwa semua yang ada pada diri ini
Bukan milik kita
Melainkan milikNYA
Sabtu, 02 Agustus 2008
CINTAKU JAUH DI MATA
pada hari itu
ku jumpa dia
dengan wajah yang memanis
dia tersenyum padaku
tatapan bola matanya menembus di dada
serasa tak tahan diri ini menahan rasa
hati yang gersang dan tandus
seakan mulai terbuka
kini...
dia jauh di seberang sana
untuk sebuah tugas mulia
sanggupkah hati ini menantinya
detik berganti menit
menit berganti jam
jam berganti hari
hari berganti bulan
aku tetap menanti
menanti sang pujaan hati
tapi aku tidak tau
sampai kapan penantian ini terhenti
Minggu, 27 Juli 2008
MASA DEPAN TELAH MENANTIKU

Malam tlah berlalu
Sang fajarpun mulai muncul
ketika matahari mulai menyinari
ketika itulah ku buka lembaran tuk hari ini
tak terasa waktu berlalu begitu cepat
meninggalkan kenangan masa lalu
hari ini ku tatap masa depan
ku terus berjalan
pengalaman masa lalu
ku jadikan sebagai pedoman
tuk meraih hari esok yang cemerlang
ku lalui hari-hari dengan senyuman
walau banyak jalan terjal yang menantang
ribuan kata terlontar dari mulut kemulut
entah itu hinaan
ataukah pujian
aq hadapi dengan tenang
karna aku yakin
masa depan telah menantiku
