Kamis, 18 September 2008

mentari

semburat seorang mentari.....muncul seakan akan malu menampakkan wajahnya...
betapa manis betapa membara apinya.......
mengusap seluruh sendi sendi kehidupan ku.....tiada batas waktu terus menembus gelapnya awan....meski tiap saat sinarnya tertutup...tapi tak kan patah semangat .....
sinarnya menerobos sela2 jantungku.........semoga engkau jadi sinar penuntunku......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar