Senin, 24 November 2008

Pergaulan Dalam Islam

Seandainya diteliti kepada keseluruhan agama samawi, maka kita akan dapati bahwa semuanya mengharamkan perzinaan. Kalau ditinjau dari segi logikanya perzinaan itu dapat menjurus kepada pengaburan masalah keturunan, menghancurkan rumah tangga, meretakkan hubungan, menimbulkan penyakit dan lain-lain.
Islam, sebagai suatu agama yang syumul, apabila mengharamkan suatu perkara, maka ditutupnya jalan-jalan yang akan membawa kepada perbuatan haram itu, serta mengharamkan cara apa saja perkara yang menjadi mukaddimah kepada suatu pekerjaan yang haram itu.

PERGAULAN BEBAS ADALAH HARAM
Diantara perkara yang diharamkan oleh Islam adalah berduaan dengan seorang perempuan lain (bukan isteri, bukan salah satu kerabat yang haram dinikahi untuk selama-lamanya, seperti ibu, kakak-beradik, ibu saudara dan sebagainya). Ini bukanlah berarti menghilangkan kepercayaan kedua belah pihak atau salah satu daripadanya tetapi demi menjaga kedua insan tersebut dari perasaan yang tidak baik yang lazimnya lahir apabila dua insan yang berlawanan itu bertemu, tanpa ada orang ketiga.
Seperti sabda nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad,” Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia berduaan dengan seorang perempuan yang bukan mahramnya, karena yang ketiga adalah syaitan. ”Manakala dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari yang maksudnya, ”Hindarilah keluar masuk rumah seorang perempuan. Kemudian ada seorang lelaki ansar bertanya: Ya Rasulullah. Bagaimana pendapatmu tentang ipar? Maka jawab nabi, berduaan dengan ipar itu, sama dengan menjumpai mati.”
Ketahuilah bahwa semua larangan nabi ini adalah demi menjaga keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat. Mungkin kita akan merasa berdosa apabila melakukan sesuatu kejahatan terhadap orang lain tetapi pernahkah kita berfikir seandainya sesuatu kejahatan itu dilakukan terhadap kita, adakah kita akan berdiam diri? Seperti dalam suatu kisah di zaman nabi Muhammad s.a.w. Seorang pemuda yang baru memeluk Islam datang kepada nabi lalu meminta izin untuk berzina. Lalu nabi bertanya kepadanya, maukah kamu seandainya seseorang itu berzina dengan ibumu atau saudara perempuanmu? Selepas dari peristiwa tersebut, perkara yang paling dibencinya adalah zina.

MELIHAT LAWAN JENIS DENGAN BERSYAHWAT
Diantara suatu perkara yang diharamkan oleh Islam ialah gharizah yaitu pandangan seorang lelaki terhadap perempuan dan begitu juga sebaliknya. Mata adalah kunci hatinya dan pandangan adalah jalan yang membawa fitnah dan sampai kepada perbuatan zina. Seperti kata seorang penyair arab,” Semua peristiwa asalnya karena pandangan, Kebanyakan orang masuk neraka adalah karena dosa kecil. Permulaannya pandangan, kemudian senyum, lalu memberi salam, kemudian berbicara, lalu berjanji. Dan sesudah itu ia bertemu.”
Lantaran itu, Allah memerintahkan kepada hamba-hambanya di dalam surat AnNur, ayat 31-32 agar menjaga pandangannya diiringi dengan perintah untuk memelihara kehormatan dirinya. Sesungguhnya pandangan yang terpelihara ialah apabila memandang kepada lawan jenis, tidak melihat karena kecantikannya atau ketampanannya dan tidak terlalu lama melihatnya serta tidak melekat pandangannya kepada yang dilihatnya itu. Oleh itulah, nabi berpesan kepada Saidina Ali yang bermaksud,”Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan yang lainnya. Kamu hanya boleh melihat pada pandangan yang pertama, jika ada pandangan yang berikutnya tidak diperbolehkan.” (HR Ahmad)
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. menganggap pandangan liar dan menjurus kepada lawan jenis sebagai suatu perbuatan “zina mata”. Sabda baginda lagi yang maksudnya, ”Dua mata itu bisa berzina dan zinanya adalah melihat.(HR Bukhari) Ia dinamakan berzina karena memandang itu adalah salah satu bentuk bersenang-senang dan memuaskan nafsu syahwat dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh syara’. Larangan Allah ini bukanlah sesuatu yang tidak bermanfaat dan sia-sia karena pandangan yang terdorong oleh nafsu ini bukan saja membahayakan kemurnian budi bahkan akan merusak kestabilan berpikir dan ketenteraman hati.
Maka berkatalah seorang penyair:”Apabila engkau melepaskan pandanganmu untuk mencari kepuasan hati.Pada suatu saat pandangan-pandangan itu akan menyusahkanmu jua. Engkau tidak mampu melihat semua yang kau lihat. Tetapi untuk sebagainya maka engkau tidak bisa tahan.”

HARAM MELIHAT AURAT
Di antara yang harus ditundukkan pandangan, ialah aurat. Karena Rasulullah saw telah melarang walaupun antara sesama laki-laki dan antara sesama perempuan untuk memperlihatkan aurat masing-masing, walaupun dengan ada syahwat ataupun tidak. Sabda nabi saw, “Seseorang lelaki tidak boleh melihat aurat lelaki lain dan begitu juga perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain ...” (Hadis Riwayat Muslim, Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi). Aurat lelaki yang tidak boleh dilihat oleh lelaki atau aurat perempuan yang tidak boleh dilihat oleh perempuan ialah antara pusat hingga ke lutut.
Manakala aurat perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki ialah seluruh badannya kecuali muka dan tapak tangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar